Jangan Takut Menikah, Inilah Kisah Nyata Cinta Sejati

Share Me !!!

www.cincin-kawin.com

Tidak dipungkiri lagi kita sering mendengar berita perceraian dari pasangan baik yang usia pernikahannya masih seumur jagung maupun yang sudah sangat lama mengarungi bahtera rumah tangga. Alasan perceraiannya pun beragam, mulai dari faktor ekonomi, keegoisan, isu orang ketiga, hingga merasa tidak lagi sejalan.

Hal-hal di atas tentu membuat kita yang masih memikirkan soal kelanjutan hubungan menjadi takut untuk mulai berkomitmen. Bayangan-bayangan buruk tentang pernikahan bermunculan di kepala dan bagi mereka yang memiliki trauma pada lawan jenis justru semakin membuatnya yakin untuk tidak memiliki hubungan apa-apa terkait masalah percintaan.

Stop membaca berita perceraian orang lain yang malah membuatmu semakin terpuruk soal cinta. Kamu hanya akan menyugesti diri sendiri bahwa pernikahan itu buruk. Pada kenyataannya, pernikahan akan indah jika kamu mampu mengikuti arus tanpa tenggelam di dalamnya. Mustahil di dalam sebuah hubungan tidak memiliki masalah, tapi bagaimana cara menyikapinya menjadi penentu umur pernikahan.

Duta akan mengajakmu menyimak kisah-kisah inspiratif yang bisa membuatmu percaya bahwa cinta sejati itu nyata.

1. BJ. Habibie dan Ainun

Siapa yang tidak mengenal Habibie-Ainun? Pasangan yang resmi menikah pada 12 Mei 1962 dan dikarunia dua orang anak ini memiliki kisah cinta yang sangat menginspirasi pasangan lain. Sama seperti rumah tangga lain, perjalanan cinta mereka tidak semulus yang terlihat, meskipun begitu, kesetiaan mereka tidak pernah goyah.

Pada tahun 2010, cobaan berat harus dihadapi keduanya. Ainun dinyatakan menderita kanker ovarium. Habibie setia mendampingi Ainun saat istrinya mendapat perawatan eksklusif di Jerman ditemani kedua putranya. Kecemasan menyelimuti ketiganya berharap kondisi Ainun bisa membaik. Sayangnya Habibie dan Ainun harus berpisah pada 22 Mei 2010 di Klinikum Großhadern, München, Jerman.

Pasca kematian sang istri, Habibie terkena psikosomatik malignant. Dokter menyarankan 4 cara untuk mengatasi masalah depresi yang dialaminya. Habibie memilih untuk mencurahkan perasaan cintanya pada Ainun melalui catatan pribadi. Catatan tersebut kemudian berubah menjadi sebuah buku dalam waktu 2 bulan saja.

Setelah kepergian Ainun, Habibie selalu mengunjungi makan istrinya.

“Andaikata sampai waktunya (meninggal dunia), saya tahu yang akan menemui pertama bukan hanya ibu saya, tapi Ainun, ‘Hei, sekarang kamu di sini.'” ujar BJ Habibie di acara Mata Najwa, episode Habibie Mengaku Pernah Takut Mati.

Itulah keindahan cinta sejati diantara keduanya.

2. Anna dan Boris

‘Ya, aku pernah mencintai wanita lain ketika kami berpisah. Tetapi dia adalah cinta sejatiku.”

-Boris

 

Masa sulit di Uni Soviet atau sekarang lebih dikenal Rusia ternyata menyimpan kisah cinta yang menarik untuk disimak.

Tokoh dari kisah cinta yang menyentuh ini adalah Boris dan Anna, pasangan yang saling jatuh cinta di masa Perang Dunia II pada tahun 1946 dan memutuskan untuk menikah. Tiga hari setelah pernikahan, Boris memutuskan untuk mengabdi pada negaranya setelah mendengar pidato sang Orator Komunis di alun-alun desa.

Meskipun berat, Anna merelakan Boris mengabdi pada negaranya dengan memegang janji bahwa suaminya akan kembali. Itulah yang menjadi kekuatan Anna saat itu.

Saat Boris kembali ke kampung halaman untuk menemui istrinya, tetapi Anna tidak ada di sana dan tidak ada tanda-tanda keberadaannya. Di sisi lain, Ibu Anna meminta Anna untuk melupakan Boris dan mulai mencari laki-laki lain. Anna mengalami pergejolakan batin.

Pada akhirnya, baik Anna maupun Boris sama-sama menikah kembali. Boris kemudian menulis buku berkisah tentang seorang wanita muda yang menikah dengan seorang prajurti muda, namun si wanita pada akhirnya meninggal dunia.

Pada tahun 2007, Anna kembali mengunjungi rumah terakhir kali dia melihat Boris dan di hari yang sama Boris kembali pulang ke desa mengunjungi makam orang tuanya, setelahnya dia mendatangi rumah yang pernah ditempatinya bersama istri pertamanya, Anna. Saat itulah keajaiban terjadi. Keduanya bertemu.

Itulah hari pertemuan mereka setelah 60 tahun berpisah. Ketika pertemuan itu terjadi keduanya telah kehilangan pasangan masing-masing karena sudah meninggal dunia.

3. Heles dan Len Brown

Helen dan Less Brown lahir di hari yang sama. Keduanya adalah pasangan asali California dan sudah menikah selama 75 tahun lamanya. Kisah mereka berawal di bangku SMA.

Less berasal dari keluarga tuan tanah di California Utara, sementara Helen memiliki seorang ayah yang bekerja di rel kereta api. Keluarga mereka tidak menyetujui hubungan mereka. Namun, mereka tidak menyerah. Dengan merayakan ulah tahun ke-75 tahun mereka membuktikan cinta abadi mereka. Menurut putra mereka, Less Jr. orang tuanya juga mengalami permasalahan rumah tangga. Sikap saling mengerti yang melengkapi kekurangan keduanya dibalik banyaknya perbedaan yang mereka miliki.

Hingga 2013 Less mengalami koma karena penyakit Parkinson. Di lain sisi, Helen diserang kanker perut. Pada 16 Juli, Helen yang sedih atas keadaan suaminya meninggal lebih dulu. Sehari setelahnya, Less yang tidak melihat saat-saat terakhir istrinya juga meninggal.

Pasangan yang lahir di hari yang sama dan meninggal dengan selisih satu hari berhasil menyentuh hati banyak orang di Inggris

4. David Hurd dan Avril Cato

David Hurd adalah seorang imigran dari Jamaika ke Amerika Serikat. Tinggal dan bekerja di New York City pada tahun 1907. Hurd sosok yang pekerja keras, menerima semua jenis pekerjaan untuk mendapatkan uang dan memenuhi hidupnya.

Merasa kesepian, dia lalu menuliskan sebuah surat pada seorang wanita yang tinggal di Karibia. Wanita itu adalah Avril Cato. Surat itu sampai pertama kali pada Oktober 1913 dan setelahnya pasangan ini terus berkirim surat tanpa pernah mengetahui wajah masing-masing selama dua tahun.

Tanpa disadari perasaan cinta mulai tumbuh diantara keduanya meskipun hanya lewat surat. David Hurd akhirnya memutuskan untuk menulis surat melamar Avril. Untuk pertama kalinya mereka bertemu di Jamaika setelah lamarannya disetujui kedua orang tua Avril untuk peresmian tanggal pernikahan mereka yang disepakati pada Agustus 1914.

Setelah menikah, Avril diboyong David ke Amerika Serikat dan menetap di New York City, mereka dikarunai enam orang anak. Avril meninggal pada tahun 1962 dan sejak saat itu David tidak pernah lagi menikah.

 

5. Kurt Klein dan Gerda Weissmann

Gerda Weissmann yang merupakan seorang penulis Amerika kelahiran Polandia dipaksa berjuang bersama 4000 perempuan lainnya. Dia kehilangan 65 anggota keluarga selama masa perang. Pada usianya yang ke-21 Gerda bertemu Kurt Klein, seorang Letnan tentara Amerika Serikat. Meski berpakai lusuh dan tidak mandi selama 3 tahun, Kurt tetap mencintai Gerda apa adanya. Mereka tunangan pada September 1945 dan menikah satu tahun setelahnya. Pernikahan berlangsung di Paris, Prancis dan kemudian menetap di Kenmore, New York. Dalam pernikahannya mereka dikarunai tiga orang anak dan delapan cucu.

Kisah pertemuan dan kehidupan keduanya dipapar dalam banyak acara televisi, seperti Oprah, 60 Minutes, CBS News Sundat Morning.

 

Kelima kisah di atas memiliki perjalan kisah cinta yang tidak mulus dan pada dasarnya tidak ada yang mulus di dunia ini. Bagaimana cara menyikapi permasalahan adalah kunci dari keberhasilan suatu hubungan. Menikah bukan sekedar menautkan cincin ke jari manis masing-masing, melainkan ada tanggungjawab dan komitmen yang harus dilaksanakan. Menikah artinya kamu sudah siap lahir-batin dan menerima apa adanya pasanganmu.

Sekarang pikiranmu sudah berubah mengenai pernikahan, bukan? Kuncinya bukan tentang berapa usiamu saat menikah, berapa lama kamu berpacaran dan berapa banyak materi yang dimiliki. Kematangan emosi dan saling menurunkan ego menjadi salah satu faktor penting langgengnya hubungan suami-istri.