Inilah Alasan Emas 24K Kurang Bagus Dijadikan Perhiasan

Share Me !!!

Sejarah Emas 24K

Dalam emas tentu kita mengenal istilah karat. Karat berasal dari bahasa Yunani, keration, yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa lain menjadi carat (Perancis), carato (Italia), qirat (Arab) yang berarti kacang polong. Pada zaman dulu biji-bijian sering digunakan untuk menakar benda berkuantitas kecil. Satu qirat sama dengan 4 butir kacang polong.

Mulai tahun 1575, ukuran ini digunakan untuk menakar berat berlian. Ukuran keration Yunani sepadan dengan ukuran siliqua Romawi yang beratnya sama dengan seperdua puluh empat koin emas di zaman kaisar Konstantin dari Byzantium Timur.

Sejak itulah karat berarti “bagian dari seperdua puluh empat” dan menetapkannya menjadi ukuran untuk mengukur kadar murni emas (bukan beratnya). Dengan demikian emas 24 karat adalah emas murni (tidak ada campuran logam lain). Emas 22 karat berarti terdiri dari 22 bagian emas, 1 bagian tembaga dan 1 bagian perak.

Sistem Millesimal

Saat ini, sistem karat diperluas menjadi sistem millesimal, yang diterapkan untuk mengukur kadar murni campuran platina, emas, dan perak. Memahami sistem ini mudah karena menghitung bagian-bagian per seribu logam murni yang ada dalam suatu campuran logam (alloy).

Jadi, jika tertulis pada bagian dalam cincin emas 750 berarti kandungan emasnya 75%, dan sisanya adalah logam-logam lain, seperti perak, palladium atau tembaga. Sistem millesimal menggunakan tiga angka bulat seperti contoh di atas. Di toko-toko emas saat ini orang pada umumnya tidak menggunakan karat melainkan menyebutkan prosentasi kadar emas, misalnya dengan menyebutkan emas 70, emas 80, yang berarti kandungan emasnya 70% dan 80%.

Para pengrajin emas biasanya memakai emas 18K atau 75% dalam pembuatan perhiasan, mengandung 18 bagian emas murni dari 24 bagian. Enam bagian sisanya terdiri dari logam campuran lain.

Tapi pernahkah kamu berniat membuat atau membeli perhiasan dengan emas 24K atau disebut juga emas murni?

Sifat Emas Murni atau 24k

Emas murni memiliki sifat sangat lunak, mudah tergores dan mudah bengkok. Untuk itu kamu perlu menyimpannya dengan sangat hati-hati jangan sampai berbenturan dengan perhiasanmu yang lain. Inilah yang menjadi alasan pencampuran emas murni dengan logam lain agar menghasilkan perhiasanya yang lebih kuat.

Kalau begitu, apakah emas 24K bisa dijadikan perhiasan? Sebelum menjawab pertanyaan ini, ada baiknya tahu lebih dulu mengapa emas murni kurang bagus jika dijadikan perhiasan.

Tidak Tahan Lama

Dengan sifatnya yang lunak, emas 24k menjadi tidak tahan terhadap goresan dan mudah bengkok. Untuk pemakaian sehari-hari tentu saja tidak ideal, perhiasanmu tanpa sadar pasti terkena benturan atau goresan dari benda di sekitarnya. Selain itu, kamu juga harus ekstra hati-hati agar tidak tergores dengan perhiasanmu yang lain.

Harga Lebih Tinggi

Semakin tinggi kadar emas yang terkandung, tentu harganya juga akan semakin tinggi. Meskipun kamu bersedia mengeluarkan uang banyak, tapi apakah sebanding dengan fisik perhiasan yang rentan tergores dan mudah bengkok dan kamu hanya bisa memakainya sesekali saja?

Warna Emas yang Kuat

Warna emas murni sangatlah indah dan berkilau, namun rona kuningnya sangatlah kuat, beberapa warna bajumu mungkin saja sulit dipadupadankan dengan warna perhiasan yang kamu pakai. Selain itu, warnanya bisa sangat mencolok dan membuat keseluruhan penampilanmu kurang seimbang.

Kapan waktu terbaik memakai emas 24K?

Meski emas 24K kurang tepat jika dijadikan perhiasan, bukan berarti emas 24K tidak bisa digunakan. Biasanya emas 24K dijadikan alat berinvestasi dalam bentuk emas batangan, menjadi warisan keluarga atau menjadi perhiasan seserahan tradisional.

Nah, sekarang kamu sudah mengertikan kenapa emas 24K atau emas murni kurang bagus jika dijadikan perhiasan? Kalau tetap ingin membuat cincin dari emas 24K, kamu harus siap dengan segala perawatan dan ketelatenan dalam memakai perhiasan tersebut.