Benarkah Sesama Anak Pertama Tidak Boleh Menikah?

Share Me !!!

 

Pernah dengar adanya mitos yang melarang anak pertama menikah dengan anak pertama? Mitos ini ada benar dan kelirunya. Memang benar jika sesama anak sulung menikah, maka tantangannya lumayan besar. Mungkin banyak dari mereka yang tidak mampu menaklukan tantangan besar tersebut. Sehingga mitos pernikahan sesama anak pertama ini pun dipercayai banyak orang secara turun temurun.

Terlepas dari mitos, banyak juga kok sesama anak sulung yang mampu menaklukan rintangan dalam pernikahan dan hidup rukun. Semua bergantung pada masing-masing pasangan dalam menyelesaikan permasalahan yang datang.

Jika saat ini kamu dan pasanganmu sama-sama anak pertama, maka tidak ada salahnya membaca fakta anak pertama yang menikah dengan anak pertama dalam artikel primbon Jawa ini.

 

1. Teguh dan Berani

Menurut primbon Jawa, fakta awal tentang anak pertama yang menikah dengan anak pertama adalah bisa membentuk hubungan menjadi lebih teguh dan berani.

Selain itu, jika anak pertama menikah dengan anak pertama, maka keduanya ahli dalam segala badai rumah tangga serta perkara membangun aspek ekonomi dari nol. Sebab pada dasarnya, anak pertama dididik dari kondisi keluarga yang masih merintis segala sesuatunya dari nol.

2. Idealisme Memimpin

Fakta kedua menurut primbon jawa tentang sesama sulung menikah adalah mempunyai idealisme memimpin. Karena terbiasa memimpin untuk adik-adiknya, sangat mungkin membentuk karakter anak pertama menjadi lebih kuat dan bijak.

Bayangkanlah jika keduanya bertemu dengan mempunyai idealisme memimpin, maka tidak heran jika bentrok pendapat akan sering terjadi dalam hubungan rumah tangga.

3. Kehadiran Cucu Pertama

Menjadi anak pertama yang menikah adalah kehadiran cucu pertama buat masing-masing keluarga menjadi hal yang sangat dinantikan.

Tentunya, orang tua dari masing-masing keluarga ingin sekali mempunyai cucu dan merasakan kebahagiaan menjadi seorang kakek maupun nenek dengan melihat keturunannya.

4. Tidak Mau Kalah dan Mengalah

Sama-sama memiliki karakter yang keras, tidak mau kalah, mengalah, maka kemungkinan akan mengalami kondisi yang kurang menyenangkan dalam hubungan rumah tangga ke depannya.

Oleh karena itu, jika kamu adalah anak pertama dan pasanganmu juga anak pertama, maka harus menyesuaikan karakter satu sama lain. Sehingga dapat saling menghormati, mengayomi satu sama lain, dan hal-hal tersebut wajib hukumnya.

5. Tidak Banyak Menuntut

Meski pada umumnya anak sulung memiliki karakter yang keras, namun dia juga memiliki karakter positif, yaitu tidak suka menuntut apa pun. Sebab pada dasarnya, si sulung sangat mengetahui standar kebahagiaan yang harus dimilikinya bukan dari menuntut atau memaksakan sesuatu.

Maka tidak heran, jika anak pertama memiliki karakter yang mudah menerima dan sangat berempati sehingga membentuk kepribadian yang tidak banyak menuntut pasangan setelah menikah dan menjalani rumah tangga.

6. Melihat Respon Orang tua

Mengenalkan calon pasangan ke orang tua merupakan hal yang seru, sekaligus menegangkan karena orang tua belum pernah pengalaman memiliki menantu.

Tak hanya orang tua saja yang belum pernah memiliki pengalaman, tetapi hal tersebut bisa dirasakan oleh kamu atau pasanganmu. Maka dari itu, bersiap-siaplah untuk menghadapi berbagai kejutan serta kejadian yang belum pernah dirasakan sebelumnya.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa tidak perlu khawatir berlebihan bila sesama anak pertama menikah. Masing-masing pasangan membutuhkan penyesuaian karakter agar ke depannya lebih baik dan menjaga komunikasi satu sama lain.